Pastiklola Edukasi Soal Penanganan Sampah di Area Kosan di Yogyakarta

Pastiklola Edukasi Soal Penanganan Sampah di Area Kosan di Yogyakarta

17 Juni 2026

PASTIKLOLA – Membangun rumah atau kawasan hunian yang nyaman ternyata tidak cukup hanya mengandalkan desain arsitektur yang menarik. Di balik bangunan yang tampak indah, terdapat banyak aspek pendukung yang menentukan apakah hunian tersebut mampu bertahan dalam jangka panjang dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Mulai dari perlindungan bangunan terhadap ancaman rayap hingga sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, seluruh elemen tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Inilah yang menjadi pesan utama yang dibawa BASMI dan Pastiklola saat berpartisipasi dalam kegiatan Inklusi-in Seri 2.0: Slate Stone Habitat yang diselenggarakan oleh Inklusi Design Studio di Yogyakarta pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Melalui forum yang dihadiri oleh arsitek, desainer interior, praktisi konstruksi, hingga pegiat industri kreatif tersebut, BASMI dan Pastiklola hadir tidak sekadar sebagai sponsor kegiatan. Keduanya juga ikut berbagi wawasan mengenai pentingnya menjaga kualitas bangunan sekaligus lingkungan di sekitarnya agar dapat mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Sebagai dua layanan yang berada di bawah naungan Gemilang Facility Service, BASMI dan Pastiklola membawa perspektif bahwa konsep hunian modern harus dilihat secara menyeluruh. Keindahan desain perlu berjalan beriringan dengan sistem perawatan bangunan dan pengelolaan lingkungan yang baik agar investasi properti tetap terjaga dalam jangka panjang.

Head Sales, Marketing & Business Development (SMBD) Gemilang Facility Service, Moch Rifani Santoso, menjelaskan bahwa forum seperti Inklusi-in menjadi media edukasi yang sangat penting untuk memperkenalkan aspek-aspek pemeliharaan bangunan yang selama ini sering terlupakan.

“Kehadiran BASMI dan Pastiklola menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa sebuah bangunan yang baik tidak hanya dinilai dari aspek estetika, tetapi juga dari bagaimana bangunan tersebut dirawat dan bagaimana lingkungan di sekitarnya dikelola,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat umumnya lebih banyak memperhatikan tampilan visual sebuah bangunan, mulai dari konsep desain, material finishing, hingga dekorasi interior. Namun di balik itu semua terdapat ancaman yang tidak kasat mata seperti serangan rayap maupun persoalan lingkungan akibat pengelolaan sampah yang kurang optimal.

Karena itulah BASMI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan bangunan sejak dini. Serangan rayap sering berkembang tanpa disadari pemilik bangunan hingga akhirnya menyebabkan kerusakan yang cukup serius dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

“Kerusakan akibat rayap sering kali baru disadari ketika kondisinya sudah berat. Padahal pencegahan sejak awal jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan melakukan perbaikan setelah struktur bangunan terdampak. Kami ingin masyarakat memahami bahwa perlindungan bangunan merupakan bagian dari investasi jangka panjang,” jelasnya.

Edukasi tersebut menjadi semakin relevan mengingat banyak bangunan di Indonesia menggunakan material kayu atau material yang rentan terhadap serangan rayap. Perlindungan sejak tahap pembangunan hingga masa operasional menjadi langkah preventif yang mampu memperpanjang usia bangunan sekaligus menghemat biaya pemeliharaan di masa mendatang.

Sebagai penyedia layanan pengendalian rayap profesional di Yogyakarta, BASMI terus menghadirkan metode pengendalian yang efektif sekaligus memperhatikan keamanan penghuni dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya bangunan yang aman dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Pastiklola mengajak peserta untuk melihat persoalan sampah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas sebuah kawasan hunian. Meningkatnya pembangunan kawasan perumahan dan properti harus diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang baik agar tidak memunculkan persoalan lingkungan di masa depan.

Melalui presentasi yang disampaikan, Pastiklola menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berkaitan dengan kebersihan visual, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, hingga keberlanjutan sebuah kawasan permukiman.

“Hunian yang sehat bukan hanya bangunannya yang terawat, tetapi juga lingkungannya yang bersih. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari pencemaran hingga gangguan kesehatan masyarakat. Karena itu edukasi tentang pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat,” kata Rifani.

Melalui layanan pengangkutan dan pengelolaan sampah yang terintegrasi, Pastiklola berupaya memberikan solusi bagi masyarakat, pengelola kawasan, maupun pelaku usaha properti agar mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman untuk dihuni.

Kolaborasi antara BASMI dan Pastiklola dalam kegiatan Inklusi-in Seri 2.0 memperlihatkan bahwa kualitas hunian modern tidak hanya diukur dari keindahan desain arsitekturnya. Perlindungan terhadap bangunan dari ancaman rayap serta pengelolaan sampah yang baik merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.

Sinergi kedua layanan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran baru bahwa investasi pada sebuah hunian tidak berhenti pada proses pembangunan, tetapi juga harus diikuti dengan pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“BASMI berupaya menjaga bangunan tetap aman dari kerusakan akibat rayap, sementara Pastiklola mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Ketika keduanya berjalan bersama, maka akan tercipta ekosistem hunian yang lebih nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui partisipasinya dalam Inklusi-in Seri 2.0, BASMI dan Pastiklola berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa menjaga bangunan dan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik, sekaligus mewariskan ruang hidup yang sehat dan nyaman bagi generasi mendatang.[]